📖 Katalog Materi & Bank Soal
Pilih jalur, jenjang, dan mata pelajaran yang ingin kamu pelajari.
📍
Jalur Aktif:
🎓 SMA
✖ Reset Path
Menampilkan materi jenjang SMA
📘 Biologi OSN 🎓 SMA/SMK
📄
Sistem Reproduksi — Sel Sertoli
Sel Sertoli
Sertoli memberi nutrisi dan memisahkan kompartemen germinal.
Fungsi utama. Menopang spermatogenesis dan membentuk sawar darah-testis. Dalam analisis struktur–fungsi, konsep yang paling tepat untuk fungsi ini adalah sel Sertoli.
Mekan
Baca →
📄
Sistem Reproduksi — Sel Leydig
Sel Leydig
Testosteron lokal tinggi diperlukan dalam tubulus seminiferus.
Fungsi utama. Menghasilkan testosteron testikular. Dalam analisis struktur–fungsi, konsep yang paling tepat untuk fungsi ini adalah sel Leydig.
Mekanisme. LH mengaktifkan
Baca →
📄
Sistem Reproduksi — Fsh Ovarium
Fsh Ovarium
FSH bekerja bersama LH melalui model dua sel.
Fungsi utama. Merangsang pertumbuhan folikel dan aromatase. Dalam analisis struktur–fungsi, konsep yang paling tepat untuk fungsi ini adalah FSH ovarium.
Mekanisme. Sel granulosa mengubah
Baca →
📄
Sistem Reproduksi — Lonjakan Lh
Lonjakan Lh
Lonjakan LH terjadi menjelang ovulasi.
Fungsi utama. Memicu ovulasi dan luteinisasi. Dalam analisis struktur–fungsi, konsep yang paling tepat untuk fungsi ini adalah lonjakan LH.
Mekanisme. Umpan balik positif estradiol menghasilkan
Baca →
📄
Sistem Reproduksi — Aromatase
Aromatase
Aromatase penting pada granulosa dan berbagai jaringan perifer.
Fungsi utama. Mengubah androgen menjadi estrogen. Dalam analisis struktur–fungsi, konsep yang paling tepat untuk fungsi ini adalah aromatase.
Mekanisme. Enzim sitokrom P45
Baca →
📄
Sistem Reproduksi — Kapasitasi Sperma
Kapasitasi Sperma
Kapasitasi berlangsung di traktus reproduksi betina.
Fungsi utama. Menyiapkan sperma membuahi oosit. Dalam analisis struktur–fungsi, konsep yang paling tepat untuk fungsi ini adalah kapasitasi sperma.
Mekanisme. Perubahan membr
Baca →
📄
Sistem Reproduksi — Reaksi Akrosom
Reaksi Akrosom
Akrosom berasal dari aparatus Golgi spermatid.
Fungsi utama. Membantu sperma menembus selubung oosit. Dalam analisis struktur–fungsi, konsep yang paling tepat untuk fungsi ini adalah reaksi akrosom.
Mekanisme. Eksositosis enzim di
Baca →
📄
Sistem Reproduksi — Reaksi Kortikal
Reaksi Kortikal
Kenaikan Ca2+ oosit memicu eksositosis kortikal.
Fungsi utama. Mencegah polispermia setelah fertilisasi. Dalam analisis struktur–fungsi, konsep yang paling tepat untuk fungsi ini adalah reaksi kortikal.
Mekanisme. Granula kortika
Baca →
📄
Sistem Reproduksi — Korpus Luteum
Korpus Luteum
Tanpa kehamilan, korpus luteum mengalami regresi.
Fungsi utama. Menghasilkan progesteron fase luteal. Dalam analisis struktur–fungsi, konsep yang paling tepat untuk fungsi ini adalah korpus luteum.
Mekanisme. Folikel pascaovulasi m
Baca →
📄
Sistem Reproduksi — Hcg
Hcg
Plasenta kemudian mengambil alih produksi progesteron.
Fungsi utama. Mempertahankan korpus luteum pada awal kehamilan. Dalam analisis struktur–fungsi, konsep yang paling tepat untuk fungsi ini adalah hCG.
Mekanisme. Hormon trofoblas mengakti
Baca →
📄
Keseimbangan Elektrolit — Natrium Ekstraseluler
Natrium Ekstraseluler
Gangguan natrium terutama merupakan gangguan keseimbangan air.
Fungsi utama. Menentukan sebagian besar osmolaritas cairan ekstrasel. Dalam analisis struktur–fungsi, konsep yang paling tepat untuk fungsi ini adalah natrium ek
Baca →
📄
Keseimbangan Elektrolit — Kalium Ekstraseluler
Kalium Ekstraseluler
Hanya sebagian kecil kalium tubuh berada di luar sel.
Fungsi utama. Menentukan potensial membran istirahat. Dalam analisis struktur–fungsi, konsep yang paling tepat untuk fungsi ini adalah kalium ekstraseluler.
Mekanisme. Pe
Baca →
📄
Keseimbangan Elektrolit — Kalsium Terionisasi
Kalsium Terionisasi
Fraksi terionisasi adalah bentuk biologis aktif.
Fungsi utama. Mendukung kontraksi, sekresi, dan eksitabilitas. Dalam analisis struktur–fungsi, konsep yang paling tepat untuk fungsi ini adalah kalsium terionisasi.
Mekanisme.
Baca →
📄
Keseimbangan Elektrolit — Magnesium
Magnesium
Defisiensi magnesium sering menyertai gangguan kalium.
Fungsi utama. Menstabilkan ATP dan banyak enzim. Dalam analisis struktur–fungsi, konsep yang paling tepat untuk fungsi ini adalah magnesium.
Mekanisme. Mg2+ menjadi kofaktor dan me
Baca →
📄
Keseimbangan Elektrolit — Fosfat
Fosfat
Ginjal mengatur fosfat di bawah pengaruh PTH.
Fungsi utama. Menyangga asam serta membentuk ATP dan tulang. Dalam analisis struktur–fungsi, konsep yang paling tepat untuk fungsi ini adalah fosfat.
Mekanisme. Gugus fosfat mentransfer energi
Baca →
📄
Keseimbangan Elektrolit — Osmoreseptor Hipotalamus
Osmoreseptor Hipotalamus
Osmoreseptor sangat peka terhadap kenaikan osmolaritas.
Fungsi utama. Mendeteksi perubahan tonisitas plasma. Dalam analisis struktur–fungsi, konsep yang paling tepat untuk fungsi ini adalah osmoreseptor hipotalamus.
Meka
Baca →
📄
Keseimbangan Elektrolit — Adh Pada Keseimbangan Air
Adh Pada Keseimbangan Air
ADH merespons osmolaritas dan penurunan volume efektif.
Fungsi utama. Mengurangi kehilangan air bebas. Dalam analisis struktur–fungsi, konsep yang paling tepat untuk fungsi ini adalah ADH pada keseimbangan air.
Mekanism
Baca →
📄
Keseimbangan Elektrolit — Aldosteron Pada Elektrolit
Aldosteron Pada Elektrolit
Efek aldosteron memerlukan aliran distal yang memadai.
Fungsi utama. Meningkatkan retensi natrium dan ekskresi kalium. Dalam analisis struktur–fungsi, konsep yang paling tepat untuk fungsi ini adalah aldosteron pada ele
Baca →
📄
Keseimbangan Elektrolit — Sistem Penyangga Bikarbonat
Sistem Penyangga Bikarbonat
Sistem ini terbuka karena salah satu komponennya dapat dihembuskan.
Fungsi utama. Menahan perubahan pH cairan ekstrasel. Dalam analisis struktur–fungsi, konsep yang paling tepat untuk fungsi ini adalah sistem penyangga
Baca →
📄
Keseimbangan Elektrolit — Anion Gap
Anion Gap
Anion gap membantu mengelompokkan asidosis metabolik.
Fungsi utama. Menaksir anion tak terukur pada plasma. Dalam analisis struktur–fungsi, konsep yang paling tepat untuk fungsi ini adalah anion gap.
Mekanisme. Selisih Na+ dengan Cl−
Baca →
Menampilkan 101 - 120 dari 188 materi (Halaman 6 dari 10)